Pengalaman Kerja di Jakarta Tetap Semangat Meski Gaji Cuma UMR

pengalaman kerja di jakarta

Tujuh tahun yang lalu di tahun 2015 - 2016 awal mula saya mendapatkan pengalaman kerja di Jakarta, tidak ada yang lebih mudah menjalaninya kecuali karena rasa semangat. 

Jangankan UMR, saya mendapatkan gaji dibawah UMR waktu itu dimulai dengan gaji 1,5 juta. Tetapi dengan modal dan bisa menghasilkan tabungan hingga 70 Juta di tahun 2020 saat pekerjaan sudah mapan kerja di Time International. Tentu saja butuh perjuangan panjang.

Pengalaman ini saya tulis dan bagikan untuk kamu yang baru saja bekerja di Jakarta, supaya tahu dan maklum dengan berbagai macam kondisi. Tahu bagaimana mengatur kehidupan yang lebih baik dengan bekerja di Jakarta.

Jakarta adalah kota dengan etos kerja tinggi, tempat kamu bisa dengan cepat mewujudkan cita-cita sukses financial dengan memegang teguh kebaikan dan kejujuran,

Motivasi bekerja yang baik

Sebelum saya sampaikan lebih panjang, penting sekali motivasi pertama adalah menjadi orang baik dan bekerja bersama-sama orang baik.]

Di Jakarta, orang baik dan orang jahat sama banyaknya, kamu tidak bisa jadi apa-apa bahkan akan hidup sengsara jika di jalur tidak baik. Mudah ditipu, uang hilang entah kemana, habis untuk dugem dan mabuk.

Saya pernah dicurhati seorang yang sudah taubat, dia di Jakarta sejak tahun 2003 tidak mendapatkan apa-apa. Akhirnya beliau sadar dan termotivasi oleh anak dan istrinya sehingga perlahan-lahan kehidupan menjadi lebih baik.

Caranya mudah untuk menjadi di jalur baik, selalu dekatkan hatimu dengan masjid, lihat dimana paling dekat masjid dari lokasi tempat kerjamu, dan berusahalah untuk sholat berjamaah disana.

Tuhan yang akan membantu kita berada di jalan yang baik. Kita hanyalah mahkluk lemah yang terkadang terlalu lemah untuk bisa menghadapi keadaan.

Bijak menghadapi macet

Sekali kamu mengeluh saat berangkat kerja, maka harimu akan semakin berat.

Ingat kata-kata itu, karena kerja di Jakarta kamu akan menemui macet  hampir setiap hari saat berangkat dan pulang bekerja. Keluh kesah akan memicu permasalahan yang membuatmu mengeluh berikutnya.

Ingat banyak orang yang juga macet, nikmati perjalananmu, buat hatimu santai, berangkat lebih pagi dan rasakan semangat kerja di hati. Dengan berangkat lebih pagi tentu saja pas macet tetap tenang, terlebih di pagi hari jam 7 pagi Jakarta belum terlalu panas terik.

Berhemat dan menabung

Harus pandai-pandai mengatur gaji, menahan diri untuk hidup boros dan selalu berusaha untuk menabung dari uang yang di hasilkan.

Contoh paling umum adakah teman-teman kerja kita suka jajan di tempat mahal, suka sering order makanan melalui gofood, lebih baik hal ini kamu hindari, lebih baik memilih makan di warteg. 

Di warteg banyak pilihan menu, harga sekali gofood sudah bisa makan menu paling enak di warteg. Saya dulu seringnya nasi sayur sama telur dan kerupuk, enak dan murah.

Makan dan jajan adalah faktor utama dalam menghemat uang karena setiap hari bisa makan sehari 2-3 kali. Kalau saya biasanya hanya makan sehari dua kali saja.

Kalau bisa makan 2 kali sehari saja siang dan malam. Pagi hari cukup kopi atau susu buat energi dan ga ngantuk di tempat kerja.

Punya motivasi semangat

Apa motivasi utama bekerja di Jakarta, tanpa motivasi yang kuat kerja di ibukota tantangannya lebih berat. Beban dan keadaan yang ruwet kadang-kadang membuat malas.

Mungkin motivasi untuk segera sukses, motivasi untuk menghidupi keluarga yang lebih layak, atau termotivasi untuk segera sukses financial dan bisa menikahi pacar.

Tanpa motivasi, lebih baik kerja di kampung halaman yang jelas lebih santai dan tanpa banyak tekanan.

Jakarta banyak tantangan, mulai dari macet, banjir, tempat kerja, teman kerja yang tidak cocok, makanan serba mahal, dan gaya hidup. 

Aldofla

Seorang manusia yang ingin bermaanfaat bagi manusia lainnya, semoga blog ini bermanfaat

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama