Cara Membayar Zakat Penghasilan Sebesar 2,5 %

 cara membayar zakat

Alifandofla.com - Bagi seorang muslim sudah seharusnya wajib membayar zakat dari setiap penghasilan yang diperoleh. Baik penghasilan dari bekerja, berdagang dan bertani. Bisa dilakukan seminggu sekali, sebulan sekali, atau 3 bulan sekali sesuai dengan penghasilan yang didapatkan. Bisa menghitung jumlah zakat yang dikeluarkan.

Ayat yang menunjukkan kewajiban membayar zakat

Dalam surat Al Baqoroh ayat 43 dan artinya adalah sebagai berikut

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ

Artinya: “Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk”.

Al Qur’an Surat At Taubah Ayat 103, yang berbunyi:

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Artinya: “Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

Besaran Zakat 2,5 % 

Petunjuk Hadits Zakat sebesar 2,5 %

Hadis dari Aisyah dan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhum,

Mereka mengatakan,

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil zakat dari 20 dinar atau lebih sebesar ½ dinar. Sementara dari 40 dinar masing-masing diambil satu dinar-satu dinar. (HR. Ibnu Majah 1863, Daruquthni 1919, dan dishahihkan al-Albani).

Referensi: https://konsultasisyariah.com/26212-dalil-mengapa-zakat-itu-25.html

Dari haidis tersebut dapat dihitung 1/2 : 20 = 2,5 %

Langkah-langkah membayar zakat

1. Menyegerakan setelah mendapat penghasilan

Bagi orang Indonesia yang banyak bekerja dengan gaji bulanan bisa menunggu setelah gajian dengan menyisihkan untuk zakat.

Bagi yang mungkin dapat hasil harian bisa dikalikan total hasil selama 1 bulan. Atau yang berdagang bisa menghitung total penghasilan bersih selama 1 minggu kemudian disisihkan untuk zakat.

Sebaiknya tidak harus menunggu minimal berapa penghasilan karena setiap orang punya kebutuhan berbeda-beda. Ada orang sudah cukup dengan penghasilan 1 juta per bulan, tetapi ada orang yang baru cukup dengan minimal 10 juta per bulan.

Sisihkan 2,5 % dari total penghasilan gaji atau keuntungan usaha

2. Saat penghasilan tidak minus

Mungkin ada orang meskipun mendapatkan penghasilan tetapi hanya cukup untuk banyak kebutuhan untuk membayar hutang atau berobat untuk sakit. 

Atau penghasilan hanya cukup untuk membayar kontrakan, membayar hutang, untuk makan sehari-hari pun kurang. 

Hidupnya dalam kondisi tidak punya harta yang berharga seperti tanah, sawah, hewan ternak, dan emas. Maka lebih dulu diutamakan untuk membayar hutang dan menyambung hidup.

Tetapi jika tidak dalam kondisi tersebut meskipun punya hutang sebaiknya tetap menunaikan zakat 2,5%. 

3. Membayar di lembaga zakat

Hanya ada 8 golongan orang yang menerima zakat, jika kita memberikan secara langsung seperti ke orang miskin dan anak yatim, belum tentu itu termasuk zakat.

Anak yatim tidak termasuk dalam salah satu golongan penerima zakat, tetapi atas dasar dia dalam keadaan fakir dan miskin tidak punya uang untuk makan maka boleh menerima zakat.

Banyak lembaga zakat resmi seperti Baznas, Dompet Dhuafa, Lazismu. Kamu bisa mentransfer uang zakat ke lembaga ini.

8 Golongan Penerima Zakat

Menurut ajaran Islam, terdapat delapan golongan yang berhak menerima zakat, yaitu:

Fakir: orang yang sangat membutuhkan, tidak memiliki harta benda, dan tidak memiliki sumber penghasilan.

Miskin: orang yang tidak memiliki harta benda yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Amil: orang yang ditugaskan untuk mengumpulkan, mendistribusikan, dan mengelola zakat.

Mu'allaf: orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan agar dapat memperkokoh keislamannya dan mencegahnya kembali kepada musuh.

Riqab: budak atau orang yang terjebak dalam perbudakan dan membutuhkan uang untuk membebaskan dirinya.

Gharim: orang yang memiliki hutang dan tidak mampu membayarnya (jenis hutang untuk menyambung hidup, jika tidak berhutang bisa mati karena tidak makan)

Fisabilillah: orang yang berjuang di jalan Allah SWT atau dalam jihad.

Ibnu Sabil: orang yang sedang dalam perjalanan dan tidak memiliki uang yang cukup untuk melanjutkan perjalanan atau memenuhi kebutuhan hidupnya.

Aldofla

Seorang manusia yang ingin bermanfaat bagi manusia lainnya. Berbagi artikel yang baik dan bermanfaat

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama