Alasan Agar Yakin Ketika Ingin Resign Kerja

alasan resign


Agustus 2022 adalah hari terakhir saya kerja di perusahaan yang sudah lebih dari 3 tahun dengan segala kelebihan yang saya dapatkan. Sudah saya tulis di Pengalaman kerja di Time International. Ya, di sanalah sebelumnya saya bekerja yang akhirnya memutuskan untuk resign.


Sudah menjadi hal biasa ketika sudah menjadi karyawan tetap dengan gaji yang jelas tiba-tiba ingin mengundurkan diri, resign dari tempat kerja yang selama ini sudah nyaman. Biasanya orang mengajukan resign karena ada 2 hal, pertama karena ada peluang atau lowongan di tempat kerja lain yang lebih menjanjikan, kedua faktor kenyamanan.


Maka dari itu sebenarnya sudah bisa dilihat apa alasan untuk resign dari perusahaan saat ini.


1. Faktor Kenyamanan

Saya pribadi mengalami perubahan kenyamanan sebagai alasan utama resign. Bukan dari internal perusahaan tetapi faktor keluarga. 


Ketika ayah saya meninggal dunia, dimana ibu tinggal sendiri di kampung dan saya harus menemani ibu. Kemudian juga setelah menikah dengan istri di kampung yang tidak memungkinkan untuk diajak tinggal di Jakarta. 


Hidup berdua tidak semudah hidup single, sehingga kedua hal itu membuat saya tidak nyaman bekerja di jakarta dan memutuskan untuk resign dan tinggal di desa.


Faktor kenyamanan bisa dari segala arah, bisa jadi seringkali karena keadaan tempat kerja, rekan, atasan yang kurang tepat di hati. Hal ini paling umum dialami banyak orang yang ingin resign dari perusahaan.


2. Kinerja Pribadi

Sadar diri, jika kita mulai bekerja yang hanya asal masuk setiap hari kemudian setiap bulan gajian tanpa memikirkan apakah kinerja kita sudah baik, tandanya kita harus resgin.


Tentu beda saat tahun pertama bekerja, saat masih masa penilaian, kita bekerja maksimal karena ingin mendapat nilai kinerja yang baik. Tetapi seringkali ketika sudah menjadi karyawan tetap malah bekerja seadanya, membuat repot atasan ketika tidak tercapai KPI.


3. Mulai Sering Telat

Di Jakarta telat 30-60 menit masih wajar sepenilaian saya, tetapi jika sudah sering telat lebih dari 1 jam itu tandanya sudah malas berangkat kerja.


Sadar ga sadar ini memalukan diri sendiri, telat adalah budaya yang kurang baik entah apapun alasannya. Jam Kerja di Jakarta itu mulai jam 8-9 pagi, jika sejak jam 6 pagi sudah bangun dan persiapan tentu saja punya waktu 2 jam untuk berangkat ke kantor.


Kebiasaan tidur lagi dan bangun jam 7 bahkan jam 8 ini merusak gaya hidup bahkan merusak etos kerja. Ini pengalaman pribadi saya pernah mengalami.


4. Bermunculan Hal Negatif

Jika selama ini bekerja baik-baik saja tidak terlalu banyak muncul hal negatif, tetapi tiba-tiba muncul hal negatif itu tandanya harus segera resign.


Misalnya tiba-tiba pekerjaan salah tanpa disengaja, target sering tidak tercapai, dimarahi atasan, atau bahkan ada masalah dengan rekan kerja. 


5. Dapat Kerja dengan Gaji Lebih

Ini menjadi opsi terakhir yang tidak saya sarankan jika 4 hal diatas tidak ada. Saya lebih memilih menghargai tempat kerja yang lama yang telah mempercayakan. Ada rekan-rekan kerja yang saling support. Soal gaji bisa di negosiasikan dengan manager. 


Tetapi gaji lebih tinggi adalah faktor personal yang mungkin keluarga kita membutuhkan uang lebih sehingga jika masih bertahan di perusahaan sekarang ini akan tidak nyaman. 


Pada intinya dalam bekerja kita harus memberikan kinerja yang terbaik. 

Aldofla

Seorang manusia yang ingin bermaanfaat bagi manusia lainnya, semoga blog ini bermanfaat

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama