Jajanan pasar memang punya ciri khas sendiri dari segi bentuk, rasa, dan alami tanpa bahan pengawet. Selain itu ada banyak sekali jenisnya semakin bervariasi. Sekarang semakin banyak inovasi membuat aneka jajanan pasar kekinian yang enak dan juga menarik ketika dilihat.
Jajanan pasar adalah makanan selain makan pokok sebagai camilan yang dibuat oleh tangan manusia secara manual dengan berbagai macam bahan tanpa bahan pengawet. Biasanya banyak di jual di pasar saat pagi hari atau dijual oleh penjual aneka macam makanan di pinggir jalan.
Jajanan pasar biasanya di produksi oleh masyarakat dari tingkat rumah tangga dan usaha UMKM. Dibungkus sederhana menggunakan plastik dan ada juga yang tidak dibungkus. Makanan ini jika tidak ditaruh kulkas tidak bisa awet tahan lama, bisa bertahan hanya 1-2 hari saja.
12 Jajanan Tradisional Makanan Khas Indonesia
Daftar Jajanan Pasar Kekinian
1. Putu Ayu
Tampilan putu ayu biasanya berwarna hijau kekuningan dan berbentuk bulat dengan permukaan yang lembut. Rasanya manis dan lembut dengan sedikit rasa kelapa dan pandan yang khas. Putu ayu sering disajikan sebagai makanan penutup atau camilan di pagi atau sore hari, dan dapat ditemukan di pasar tradisional.
2. Pastel
Isian pastel biasanya dibuat dengan cara menumis bahan-bahan tersebut terlebih dahulu dengan bumbu rempah yang khas seperti bawang merah, bawang putih, cabai, jahe, dan merica, sehingga menghasilkan aroma dan rasa yang lezat.
Setelah isian pastel siap, kulit pastry ditekan tipis dan dipotong dalam bentuk lingkaran atau segitiga. Kemudian, isian tersebut diletakkan di tengah-tengah kulit pastry dan dilipat dengan bentuk segitiga atau bulat. Selanjutnya, pastel dapat digoreng dalam minyak panas hingga berwarna kecoklatan atau dipanggang dalam oven.
3. Risoles
Mirip dengan lumpia tetapi risoles isi nya diberi tambahan keju. Rasanya yang gurih dan renyah serta tekstur kulit yang tipis menjadi salah satu makanan disukai banyak orang di Indonesia. Ada banyak variasi risoles yang dapat disesuaikan dengan selera dan keinginan, seperti risoles ayam, risoles sayuran, risoles jagung, dan daging.
4. Dadar Gulung
Ciri khas dadar gulung terbuat dari adonan tepung terigu yang digoreng tipis dan diisi dengan campuran kelapa parut yang telah dicampur dengan gula merah cair atau gula jawa, dan kadang-kadang juga dicampur dengan daun pandan sebagai pewangi.
Untuk membuat dadar gulung, terlebih dahulu adonan dadar dibuat dari campuran tepung terigu, telur, santan, garam, dan daun pandan yang sudah dihaluskan. Adonan tersebut kemudian diambil secukupnya dan digoreng tipis dengan minyak goreng pada wajan datar yang dipanaskan.
Setelah kulit dadar matang, campuran kelapa parut dan gula merah dicampurkan menjadi satu, kemudian diisikan pada bagian tengah dadar dan dilipat seperti gulung atau amplop. Dadar gulung siap disajikan sebagai camilan atau makanan penutup.
5. Sus Vla
Untuk membuat sus vla, adonan susu, telur, dan gula dimasak dalam panci di atas api sedang sambil terus diaduk hingga membentuk adonan yang kental. Kemudian, tepung maizena atau tepung terigu ditambahkan untuk memperkuat konsistensi adonan. Setelah matang, adonan susu vla kemudian disajikan sebagai hidangan penutup.
6. Semar Mendem
Untuk memberikan cita rasa pada daging ayam dimasak dengan rempah-rempah yang digunakan untuk memasak Semar Mendem biasanya terdiri dari bawang putih, bawang merah, kunyit, jahe, kemiri, lengkuas, serai, dan daun salam. Ayam dipotong kecil-kecil dan direbus bersama bumbu rempah-rempah, santan, dan sedikit air hingga empuk dan bumbu meresap ke dalam daging ayam.
7. Tahu Bakso
Tahu bakso sekarang banyak dijual menjadi jajanan pasar kekinian yang disukai berbagai kalangan karena enak dan gurih.
Proses pembuatan tahu bakso dimulai dengan membuat adonan bola bakso dari daging giling, tepung tapioka, dan bumbu-bumbu rempah yang diaduk hingga rata. Adonan kemudian dibentuk menjadi bola-bola kecil dan direbus dalam air hingga matang.
8. Bolu Kukus
Bahan dasar bolu kukus umumnya terdiri dari telur, tepung terigu, gula, dan baking powder. Bahan-bahan ini dicampur secara merata hingga membentuk adonan kental dan lembut. Kemudian adonan dimasukkan ke dalam loyang kue yang sudah diolesi mentega dan ditaburi tepung, dan dikukus dalam panci atau alat khusus pembuat kue kukus.
8. Lumpia
Setelah diisi, kulit lumpia kemudian dilipat dan digulung menjadi bentuk silinder atau segitiga. Lumpia kemudian digoreng dalam minyak panas hingga kecoklatan dan matang.