Aplikasi Kasir Jowara

5 Tahap Mengatur Keuangan Agar Tercapai Kebebasan Finansial

tahap kebebasan finansial

Istilah kebebasan finansial yang sering kita dengar maksudnya adalah kondisi ketika sudah tidak lagi bingung memikirkan uang saat ingin membeli sesuatu. Segala kebutuhan hidup yang membutuhkan uang bisa terpenuhi.

Seorang yang sudah bebas finansial mempunyai uang bisa dari berbagai macam sumber penghasilan, baik sumber uang dari aktif bekerja, berbisnis, maupun hasil dari pasif income seperti investasi.

Apakah orang yang bebas finansial terbebas dari hutang?
Belum tentu, ada orang yang sudah bebas finansial tetapi  menggunakan dana hutang untuk berbisnis atau membeli sesuatu tetapi jumlah yang dibayarkan hanya sekian persen atau sebagian kecil dari penghasilan total yang di dapatkan.

Misalnya seseorang meminjam uang di Bank untuk suatu usaha, untuk membayar cicilan setiap bulan hanya 10-20% dari jumlah uang yang dimiliki, sedangkan sisinya masih lebih dari cukup.

Apa ciri orang yang belum bebas finansial?
Orang yang masih kesulitan untuk membeli kebutuhan hidup. Banyak keinginan untuk membeli sesuatu tetapi masih belum tercapai sehingga masih berusaha keras untuk mendapatkan banyak penghasilan.

Orang yang masih punya beban hutang, terasa berat ketika membayar karena penghasilan setiap hari atau setiap bulan nya sudah mepet.

Belum mempunyai rumah pribadi masih termasuk belum bebas finansial. Karena jaman sekarang rumah termasuk sulit untuk diperoleh.

Contoh,

Jika seseorang membeli rumah KPR dengan pembayaran cicilan kurang dari 20% jumlah uang setiap bulan, dari uang yang dihasilkan masih tersisa dan bisa menabung, bisa dikatakan sudah dekat dengan kebebasan financial.

Baca juga: 7 Hal yang Bisa Membuat Tambah Kaya

Tahapan Kebebasan Finansial

1. Mengatur keuangan yang kacau

Hampir kebanyakan orang mempunyai keuangan yang kacau jika tidak mau belajar. Mungkin kita tidak pernah sadar merasa uang baik-baik saja tapi jika dipikir-pikir sebenarnya masih kacau, berikut ciri-cirinya

  • Penghasilan berapa pun jumlahnya selalu gampang habis (dapat 1 juta, 5 juta, 10 juta bahkan 100 juta selalu habis dengan mudah)
  • Selalu terbebani hutang
  • Sulit untuk menabung
  • Uang selalu terasa pas-pas an bahkan kurang
Bagaimana cara mengatur?

Caranya dengan persentase pengeluaran

Pendapatan bersih selalu dihitung setiap bulan kemudian membagi kebutuhan dalam persentase. Sehingga berapapun penghasilannya akan mengikuti jumlahnya.
  • 3 % zakat 
  • 12 % hiburan (jajan, nonton, wisata dll)
  • 15 % untuk ditabung / investasi
  • 70 % biaya hidup (makan, listrik, tempat tinggal, pulsa, bensin)
Jadi mau berapa pun uang yang dihasilkan akan lebih mudah membagi-bagi.

2. Bebas hutang

Fokus utama jika keuangan masih kacau lebih baik fokus dulu untuk menyelesaikan segala hal yang berkaitan dengan hutang dan menghentikannya.

Fokus dulu setiap penghasilan digunakan untuk membereskan hutang?

Bagaimana jika sudah terlanjur punya tanggungan hutang dalam jangka waktu yang lama? seperti KPR atau kredit kendaraan?

Gunakan rumus sederhana:
Penghasilan - bayar hutang = Jumlah uang yang diatur di tahap 1

Sederhana saja, berapa sisa uang setelah membayar hutang kemudian dibagi dalam persentase seperti di penjelasan pada tahap 1. 

Dengan begini kamu bisa membatasi jumlah pengeluaran tidak penting di bagian hiburan (jajan, nonton, wisata) . Jajan jaman sekarang menjadi bagian hiburan penyebab pemborosan yang tidak disadari.

3. Mengamankan finansial

Ada istilah yang belum banyak diketahui kebanyakan orang. Ini adalah saran dari berbagai pakar keuangan yaitu "uang keamanan"

Maksudnya adalah mengumpulkan sejumlah uang simpanan senilai 6-12 bulan untuk hidup.

Misalkan dalam sebulan membutuhkan biaya hidup 5 juta, maka harus punya tabungan 30-60 juta.

Fokus untuk disimpan sampai tercapai jumlah aman, di tempat investasi anti inflasi seperti emas. 

Tidak akan digunakan kecuali dalam kondisi tidak ada uang sama sekali, kebutuhan mendadak seperti sakit.

4. Rajin investasi

Jadi 15% uang dari total penghasilan di alokasikan untuk investasi. Ada 2 barang investasi jika masih uang kecil. Jangan di rekening Bank (sangat mudah untuk tergiur mengambil dan menggunakan) tetapi simpan di:
  • Reksadana pasar uang (jika jumlahnya dibawah 1 juta)
  • Emas batangan Antam atau LM mulai dari 1 gram (jika ada lebih dari 1 juta)
Kamu bisa mencoba Investasi di akun Reksadana Tokopedia, nanti jika sudah cukup di belikan emas 1 gram, uang bisa ditarik lalu dibelikan emas.

Beli emas di toko terkenal paling dekat dengan lokasi kamu, agar mendapatkan surat-surat lengkap kelak bisa dijual kembali. Kedua instrumen tersebut sarana paling mudah untuk invastasi.


5. Bebas mengatur keuangan

Terakhir ketika sudah menjalankan 4 tahapan diatas, satu per satu terpenuhi kamu akan sendirinya merasakan kebebasan finansial.

Jadi sebenarnya untuk bebas finansial tidak harus punya penghasilan ratusan juta atau milyaran. Asal kita bisa menjalankan 4 tahap diatas maka pasti sudah akan terasa bedanya.

Pikiran tentang uang akan jauh lebih ringan, pendapatan terasa menjadi lebih mudah. 

Dengan konsep persentase pengaturan, maka semakin besar penghasilan maka semakin banyak uang untuk kesempatan hiburan dan investasi.

Jika dirasa uang untuk biaya hidup berlebih maka bisa 10% atau lebih ditambahkan ke investasi. Atau kamu sesuaikan saja berapa kira-kira persentase sisa uang yang ada.


Membeli tanah dan membangun rumah

Bagi yang belum punya rumah, jika uang investasi dari emas sudah cukup untuk membeli tanah. Sebaiknya jual emas dan ganti membeli tanah.

Jika uang habis, investasi lagi dulu tunda sampai cukup untuk membangun rumah. 

Aldofla

Seorang manusia yang ingin bermanfaat bagi manusia lainnya. Berbagi artikel yang baik dan bermanfaat

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama