Kelebihan Muncak Gunung Jalan Malam Hari yang Saya Rasakan

muncak gunung malam hari

Alifandofla.com - Ketika usia kuliah saya sudah beberapa kali muncak Gunung antara lain  Gunung Lawu, Merbabu, Merapi dan Sindoro. Saat itu kebetulan aktif di kegiatan pecinta alam, jadi wajar jika sering kegiatan muncak.

Kebanyakan saya lebih suka jalan pada malam hari, daripada siang. Banyak kelebihan muncak gunung di malam hari dari pengalaman kami sebagai pecinta alam yang sudah beberapa kali mendaki

Ada banyak kelebihan memilih jalan sore hingga malam hari yang selama ini saya alami. Dari perkiraan perjalanan 6-10 jam untuk jenis-jenis Gunung dengan ketinggian lebih dari 3000 MDPL (meter dari permukaan laut).

Manfaat dan Hikmah Mendaki Gunung Sebagai Kegiatan Positif

Rencana perjalanan dari basecamp

Merencanakan bisa sampai basecamp pagi atau siang, kemudian sebisa mungkin tidur sampai sore untuk persiapan perjalanan ke muncak. Akan lebih baik jika sampai lokasi basecamp sebelum jam 12 siang sehingga ada waktu tidur siang lebih lama.

Tips untuk bisa tidur bisa minum obat mabuk perjalanan yang bisa dibeli di minimarket. Selain itu ini juga bisa membantu agar tidak masuk angin saat perjalanan.

Di basecamp harus punya banyak waktu untuk mengecek kembali peralatan, bekal, pakaian yang akan digunakan. Selain itu agar tubuh menyesuaikan dahulu dengan udara dingin gunung. Jangan lupa makan secukupnya saja dan ngopi.

Jangan makan berlebihan, karena bisa akan membuat perut mulas saat di perjalanan nanti.

Start mulai perjalanan ke puncak

Magrib adalah waktu yang pas untuk mempersiapkan bekal untuk jalan. Sholat dan berdoa bersama agar diberi keselamatan.

Biasanya kami jalan mulai habis magrib (sholat magrib dan isya" bisa di jama' awal karena dalam perjalanan). Kemudian sebelum jam 7 sudah mulai start untuk jalan naik.

Target istirahat jam 2-3 pagi

Jadi kami jalan muncak pada malam hari sekitar 7-8 jam, untuk jalan santai sudah lumayan sampai pos terakhir sebelum puncak.

Makanan untuk Camping di Gunung Praktis dan Enak Dibawa

Kelebihan Memilih Jalan Malam saat Muncak

1. Mencegah kedinginan/hipotermia

Istirahat terlalu lama pada malam hari tidak disarankan oleh kebanyakan para pendaki yang jarang merasakan udara dingin gunung. Misalnya perjalanan siang-sore kemudian jam 8 malam sampai pagi nge camp di tenda. Bagi yang sudah terbiasa mungkin tidak ada masalah dengan kondisi dinginnya malam, atau yang membawa sliping bag.

Tapi bagi pendaki yang tidak terbiasa cuaca gunung, istirahat malam terlalu lama sangat beresiko kedinginan atau hipotermia.

2. Mengurangi tekanan mental melihat jalan menanjak tinggi

Ketika berjalan di malam hari kita tidak bisa melihat kondisi jalan yang menanjak tinggi, yang bisa dilihat hanya jalan naik di depan mata sebatas lampu senter.

Beda kalau jalan di siang hari, jalan naik tinggi akan terlihat dari bawah yang secara tidak sadar akan memberi tekanan batin, teras lebih berat.

3. Tidak gerah dan tidak dingin

Berjalan di jalur muncak membutuhkan tenaga ekstra dan pembakaran kalori tubuh lebih banyak sehingga badan pasti terasa gerah. Tetapi karena udara gunung yang dingin akan menetralkan suhu tubuh yang gerah. Sedangkan Cuaca dinginnya malam bisa diimbangi dengan suhu tubuh panas saat jalan menanjak.


4. Tidak bisa istirahat terlalu lama

Berjalan naik 5-10 menit kemudian istirahat adalah kebiasaan para pendaki. Ini salah satu hal yang asik ketika muncak. Jalan capek lalu istirahat sebentar sambil menikmati suasana gunung dan ngobrol bersama teman.

Pada jalan malam hari istirahat lebih dari 2 menit tubuh akan terasa sangat dingin, karena udara suhu rendah ditambah air keringat, sehingga memaksa jalan lagi.

Pada saat siang hari udara tidak terlalu dingin, tak jarang banyak yang ke enakan istirahat sambil ngobrol bahkan membuat kopi. 

5. Lebih mudah mendapatkan sunrise (matahari terbit pagi)

Biasanya antara pos terkahir ke puncak masih membutuhkan perjalanan 1-2 jam. Jadi ketika memutuskan untuk istirahat membuat tenda pada jam 2 pagi maka, ada waktu istirahat sampai subuh untuk makan, dan membuat minuman hangat.

Kemudian habis sholat subuh lanjut jalan  ke puncak untuk mendapatkan sunrise sekitar pukul 6 pagi. Sebaiknya jangan memutuskan untuk tidur, kecuali bisa bangun hanya tidur sebentar antara jam 3-5.

Tinggal peralatan berat di basecamp, tetap bawa barang berharaga di tas kecil, perbekalan minimal seperti jaket, minuman dan makanan ringan. Jadi perjalanan ke puncak bisa lebih ringan dan cepat.

6. Istirahat di tenda

Setelah puas di puncak foto-foto lalu turun lagi ke camp biasanya di jam 8-9 pagi bisa melanjut masak, nyemil dan makan lalu istirahat untuk menyiapkan tenaga perjalanan turun.

Bisa tidur sampai siang atau sore selama 4-6 jam untuk sebelum memutuskan perjalanan turun. Dari pos terakhir jalan turun biasanya membutuhkan waktu 2-4 jam saja. Tergantung sering istirahat atau tidaknya.

7. Balik tiba di basecamp sore

Setelah istirahat di tenda sampai siang hari pukul 13-14 siang lalu berkemas untuk turun. Perjalan santai akan sampai basecamp sore hari menjelang magrib.

Nah saat sore ini bisa lanjut perjalanan pulang atau menginap dulu di area penginapan dekat dengan basecamp. Kalau kami dulu istirahat sebentar 1-2 jam lalu lanjut langsung pulang agar malam sampai rumah, mandi dan tidur.

Aldofla

Seorang manusia yang ingin bermanfaat bagi manusia lainnya. Berbagi artikel yang baik dan bermanfaat

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama