Aplikasi Kasir Jowara

Berbagi Cara Mengelola Stress dan Emosi Negatif

pernafasan mengelola stress dan emosi

Alifandofla.com - Di artikel ini saya akan berbagi cara mengelola stress dan emosi negatif yang muncul dalam kehidupan kita. Saya dahulu termasuk tipe orang yang mudah emosi, dulu juga sempat pikiran stress karena berbagai masalah, tapi untungnya tidak melakukan tindakan berlebihan. 

Dari waktu ke waktu semakin dewasa saya terus belajar tentang bagaimana mengelola emosi, sehingga pikiran menjadi lebih tenang.

Stress dan pikiran negatif sepertinya hampir terjadi kepada setiap orang ketika memasuki usia dewasa. Yaitu ketika manusia mulai masuk usia produktif 20 tahun ke atas berbagai masalah mulai muncul yang menjadi penyebab stress dan emosi negatif. 

Usia menuju dewasa ketika sudah memikirkan pekerjaan, penghasilan, status sosial, dan hubungan cinta yang menjadi pemicu pikiran negatif, seperti overthinking.


Penyebab Stress dan Emosi Negatif

Banyak hal dalam hidup kita yang bisa memicu stress, dan tingkat emosi pada setiap orang itu berbeda-beda, tidak sama. Ketika muncul masalah ada orang yang menanggapinya biasa saja, ada yang menanggapi dengan serius sampai terbawa emosi.

Hal-hal yang menyebabkan stress biasanya adalah hubungan cinta, status sosial, tuntutan dan beban pekerjaan, tekanan dalam keluarga kepada anak, atau perbuatan anak yang membuat masalah, dan lain sebagainya.

Cara Mengelola Stress dan Emosi Negatif

1. Melakukan Pernafasan

Mencoba diam sambil menarik nafas dan mengeluarkan perlahan-lahan selama 5 menit cukup lumayan membantu mengurangi rasa stress di pikiran. Emosi bisa reda ketika banyak oksigen masuk di otak sehingga bisa berpikir lebih lancar.

Rasa emosi negatif itu ada di otak karena banyak pikiran dan aliran darah dan detak jantung juga menjadi lebih cepat sehingga rasa marah meluap-luap.

Menenangkan diri dan melakukan pernafasan dapat meredakan gejolak detak jantung sehingga  rasa emosi akan sedikit reda.

2. Diam Mencari Tempat Tenang

Saya adalah orang yang mudah meluapkan emosi atau marah ketika ada masalah, tapi beberapa kali pernah berhasil meredakan emosi dengan diam dengan mencari tempat tenang kurang lebih selama 1 jam menghindari pemicu emosi.

Misalnya ketika bermasalah dengan teman, pasangan, keluarga atau di tempat umum ketika bekerja. Dengan diam sejenak membuat otak lebih dingin dan bisa berpikir jernih dan bijak ketika mengatasi masalah yang terjadi.

Pengertian dan Contoh Kecerdasan Emosi dalam Kehidupan

3. Menonton Film yang Disukai

Hampir semua orang suka menonton film dengan genre masing-masing yang di suka. Kalau saya ketika beberapa hari ada beban pikiran, sedikit stress saya akan menonton film genre survival.

Berbeda dengan orang lain yang mungkin suka drama korea, atau film action. Menonton selama 1-2 jam bisa menenangkan emosi negatif, karena ketika menonton pikiran jadi fokus ke film.

4. Curhat dengan Orang Terdekat

Menceritakan masalah adalah cara mengelola stress dan emosi negatif sudah terbukti sejak jaman dulu hingga sekarang. Bahkan banyak psikolog mereka bisa menjadi teman curhat yang baik bagi orang yang stress.

Ketika masalah dalam pikiran bisa disampaikan itu bisa mengurangi beban pikiran. Punya sahabat dekat yang selalu bisa menjadi teman curhat adalah hal berharga, cukup menceritakan saja sudah bisa mengurangi emosi negatif.

Curhat kepada sahabat, orang tua atau pasangan adalah cara mengurangi beban pikiran pemicu stress.

5. Belajar Menerima Rasa Kecewa

Kebanyakan penyebab pikiran stress dan emosi negatif adalah rasa tidak bisa menerima. Kita merasa marah ketika mengalami kekalahan, kegagalan, atau perlakuan yang kurang menyenangkan dari orang lain.

Ambisius, rasa ingin dihargai, dihormati dan berhasil dalam segala sesuatu, tetapi ketika gagal sulit untuk menerima. Padahal semua orang dalam hidup pasti mengalami kegagalan da kekecewaan.

Belajar menerima rasa kecewa membuat orang lebih sabar dan tegar dalam menghadapi semua hal dan cobaan hidup.

6. Hidup dengan Ikhtiar dan Tawakal

Ikhtiar adalah usaha maksimal, dan tawakal adalah menyerahkan hasilnya kepada Allah. Orang-orang yang tidak bisa tawakal akan lebih mudah mengalami stress, kebingungan dan kecemasan dalam hidup.

Karena mendapati banyak hal yang tidak sesuai apa yang kita usahakan, dan tidak sesuai dengan harapan. Cara mengelola stress dan emosi negatif adalah dengan ikhitar disertai tawakal.

Jadi apapun yang terjadi, perasaan tetap bisa menerima dengan ikhlas. Misalnya ketika ditolak orang yang disayang, gagal melamar kerja, penghasilan belum sesuai harapan, asalkan usaha sudah maksimal dan menyerahkan hasilnya pada Allah yang Maha Tahu.

Aldofla

Seorang manusia yang ingin bermanfaat bagi manusia lainnya. Berbagi artikel yang baik dan bermanfaat

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama