Solusi Ketika Diet Puasa Tapi Berat Badan Tidak Turun

solusi turun berat badan

Saya pernah mengalami sendiri dan sangat ingat saat itu menjalankan diet Intermittent fasting, puasa selama 16 hingga 18 jam, tetapi pada suatu saat berat badan tidak bisa turun lagi.

Berhenti makan jam 8 malam dan esok hari mulai makan di jam 12 siang, tetapi hanya turun 1 kg selanjutnya tidak bisa turun lagi. Setelah kejadian itu saya jadi tahu penyebab puasa tetapi tidak turun berat badan.

Hal ini juga sudah banyak dibahas di forum diet. Kejadian ini termasuk yang sering terjadi, jadi bukan hal asing lagi ketika puasa tetapi berat badan tidak turun alias stuck di angka tertentu.

Penyebab Berat Badan Tidak Turun

1. Tubuh menyesuaikan jam makan

Hal unik pada tubuh manusia adalah bisa menyesuaikan dan memahami kapan waktu kalori masuk. Jika selama lebih dari 2 minggu selalu makan di jam 12 siang. Maka tubuh akan menyesuaikan diri, menurunkan tingkat metabolisme sebelum jam 12.

Hal ini sering tidak disadari, bahkan menjadi penyebab orang yang menjalankan puasa ramadhan justru badannya bertambah berat badan.

Pada saat seminggu pertama tubuh akan kaget saat beberapa jam tidak kemasukan makanan sebagai sumber kalori, tetapi setelah lama-kelamaan hafal maka akan menyesuaikan.

Solusi
Membuat variasi jendela makan, kadang 16 jam puasa, kadang 18 jam, dan kadang bebas makan dalam porsi kecil untuk membuat tubuh tidak menyesuaikan diri tetap bisa membakar kalori saat puasa.

Jadi tidak setiap hari selalu makan di jam 12 siang, tetapi juga jam 1 atau jam 2 siang.

Contohnya dengan jadwal diet intermittent fasting

2. Metabolisme tubuh melambat

Penyebab kedua yang selaras dengan poin pertama tadi itu metabolisme tubuh melambat mengikuti pola puasa.

Lambat membakar kalori pada saat jam puasa dan kembali normal pada saat jam makan. Hal ini yang menyebabkan stuck tidak turun berat badan meskipun sudah puasa menjalankan intermittent fasting.

Solusi
Sama dengan poin pertama dengan melakukan variasi ditambah dengan asupan protein setiap hari.

3. Kurang air minum

Air putih nol kalori yang masuk dalam lambung dapat memicu organ pencernaan tetap aktif karena terisi cairan.

Jika lambung dalam keadaan kosong maka organ pencernaan juga istirahat layaknya pada saat waktu tidur. 

Banyak anjuran untuk melakukan olahraga dan minum air saat jam puasa tujuannya agar pembakaran lemak lebih maksimal pada saat kondisi defisit kalori sehingga bisa turun berat badan.


4. Kurang makanan serat

Proses pencernaan makanan sebagai salah satu organ tubuh pemicu metabolisme karena energi dihasilkan dari hasil olahan makanan dari usus halus. 

Serat sangat dibutuhkan untuk melancarkan lambung dan usus. Ketika makanan serba karbohidrat maka proses pencernaan kurang maksimal.

Karena itu diet yang baik juga selalu berusaha untuk memenuhi asupan sayuran dan buah segar setiap hari. 


5. Kurang aktifitas fisik

Memang dengan puasa atau intermittent fasting yang benar kemungkinan besar akan terjadi defisit kalori yang membakar lemak sebagai energi sehingga tubuh mengalami penurunan berat badan. 

Tetapi jika melakukan aktifitas fisik seminimal mungkin seperti berjalan kaki atau naik turun tangga itu tubuh akan memerlukan energi daripada hanya duduk dan diam.

Ketika tubuh bergerak maka organ akan mencarikan sumber energi, karena dalam kondisi puasa tidak ada makanan maka energi yang diambil berasal dari lemak.

Solusi agar lancar turun berat badan dengan intermittent fasting

  1. Membuat variasi waktu puasa dan jam makan
  2. Menambah asupan protein pada makanan dengan telur dan daging
  3. Lebih banyak minum air putih
  4. Selalu makan buah dan sayur
  5. Lakukan aktifitas fisik lebih banyak
Coba nanti diterapkan kelima hal diatas yang pastinya tidak terlalu sulit, dan lihat hasilnya setelah satu minggu kemungkinan jika program intermittent fasting tepat dan defisit kalori setiap hari maka berat badan pasti turun.

Aldofla

Seorang manusia yang ingin bermanfaat bagi manusia lainnya. Berbagi artikel yang baik dan bermanfaat

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama